Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya ada 34 kelurahan yang punya status rawan banjir. Daftar kelurahan itu saat ini telah jadi prioritas penanganan banjir. Alasannya, lantaran 34 kelurahan itu berada di daerah aliran Sungai Ciliwung.

Sehingga konsekuensinya kelurahan tersebut rawan tergenang air imbas luapan Sungai Ciliwung saat hujan melanda maupun kiriman air dari Bogor BPBD DKI juga sudah berkoordinasi dengan para pejabat terkait dalam hal ini Camat dan Lurah untuk memperhatikan daftar 34 kelurahan rawan banjir. "Dari 34 kelurahan itu letaknya ada di aliran Sungai Ciliwung. Nah, ini menjadi sebuah konsekuensi yang menjadi perhatian kita semua," kata dia.

Sebelumnya BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Peringatan dini itu yakni potensi curah hujan berintensitas lebat diserta petir dan puting beliung di wilayah ibu kota yang diprediksi terjadi pada 28 Januari 2 Februari 2021. Peringatan dini cuaca itu bersumber dari BMKG, dengan tujuan meminta masyarakat waspada dan mempersiapkan diri. Bahkan BMKG juga telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk potensi banjir bandang dalam dua hari ini, yaitu 28 29 Januari 2021. DKI Jakarta masuk dalam potensi dampak status SIAGA.

Berdasarkan analisa cuaca, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia atau 94 persen dari 342 zona musim saat ini telah memasuki musim hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.